Hati-hati dengan aplikasi SIKADU palsu, IAIN Pekalongan BELUM merilis SIKADU versi Android dan IOS, saat ini SIKADU hanya dapat diakses melalui browser.
Jadwal user education SIKADU mahasiswa baru angkatan 2017, silahkan cek INFORMASI CIVITAS AKADEMIK
Informasi CPNS IAIN Pekalongan Tahun 2017, silahkan cek PENGUMUMAN
Hati-hati terhadap modus penipuan melalui sms/telp tentang pelatihan/apa saja yg mengatasnamakan pimpinan IAIN Pekalongan, konfirmasikan terlebih dulu ke (0285) 412575

IAIN Pekalongan

IAIN Pekalongan Launching Kajian Kitab Turats & Tahfidz Berbasis Prodi

E-mail Print PDF

kajian turats

Pekalongan - Setelah sukses menggalakkan gerakan “Kampus Mengaji” pada tahun ajaran sebelumnya, di awal tahun ajaran baru (2017-2018) ini IAIN Pekalongan resmi melaunching kembali program Kajian Kitab dan Tahfidz pada hari Jum’at lalu.

Kali ini sasarannya adalah mahasiswa baru yang lulus ujian Placement Test Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) pada saat Penerimaan Mahasiswa Baru 2017-2018. Bagi mahasiswa yang belum lulus ujian BTQ, akan diperbolehkan mengikuti program Kajian Kitab Turats dan Tahfidz pada semester selanjutnya setelah menempuh gemblengan selama satu semester di bidang penguasaan Baca Tulis Al-Qur’an terlebih dahulu.

Saat diwawancarai, Dr. H. Muhlisin, M.Ag (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga) menuturkan bahwa hal tersebut dilakukan agar keikutsertaan mahasiswa dalam program Kajian Kitab dan Tahfidz dapat terukur dengan jelas, sehingga output-nya akan menghasilkan capaian yang maksimal.

Selain itu ditahun ajaran baru ini, kitab-kitab Turats yang dikaji sudah berbasis Program Studi.Mahasiswa diarahkan untuk mengikuti kajian Kitab Turats yang sesuai dengan Program Studinya.Misalnya untuk mahasiswa Fakultas Tarbiyah, maka kitab yang ditawarkan adalah Adab al-‘Alim wa al-Muta’alim, sementara khusus untuk mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab ditambah dengan mengkaji kitab ‘Imrithy dan Nadham Maqshud.

Untuk Fakultas Syari’ah, kitab yang dikaji tentunya harus berbicara masalah hukum-hukum Syari’at dan epistemologinya, seperti Taqrib dan al-Waraqat. Dua kitab ini juga diperuntukkan untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam karena didalamnya juga banyak memuat kajian-kajian tentang hukum Mu’amalah.

Sementara bagi mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, kitab yang dikaji tentunya yang berkaitan dengan ilmu Hadits (seperti: Arba’in Nawawi, Abi Jamrah, dan al-Baiquni), ilmu Tafsir (Tibyan Fi ‘Ulum Al-Qur’an dan Tafsir Ayat al-Ahkam), ilmu Tauhid (Bayan al-Mufid), ilmu Dakwah (Idhah al-Nasyi’in dan Zad al-Zu’ama’), dan ilmu Tasawuf (Kifayah al-Atqiya’). Adapun khusus untuk program hafalan Al-Qur’an pesertanya tidak dibatasi, semua mahasiswa dari prodi apapun dapat mengikutinya.

Dalam acara pembukaan kegiatan tersebut, turut hadir Rektor IAIN Pekalongan (Dr. Ade Dedi Rohayana, M.Ag).Beliau menyambut gembira antusiasme mahasiswa dalam mengikuti kegiatan itu.Sebab dari total 1.084 mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta Kajian Kitab dan Tahfidz, setidaknya 95% peserta menghadiri acara pembukaan.Ini menunjukkan program yang demikian perlu dikembangkan dan didukung dengan kebijakan-kebijakan yang strategis. Salah satunya adalah dengan menjadikan penguasaan Kitab Turats dan Hafalan Al-Qur’an sebagai salah satu indikator Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang akan diterima mahasiswa ketika lulus menjadi seorang sarjana. Dalam kesempatan itu, Pak Ade (sapaan akrab Rektor IAIN Pekalongan) bahkan secara spontan menginstruksikan kepada penanggung jawab program untuk mengadakan sebuah even lomba dibidang Qira’at al-Kutub (membaca Kitab Kuning) dan Tahfidz yang dijanjikan untuk memperebutkan Piala Rektor.

Hal ini menjadi angin segar bagi para pihak yang terlibat dalam perencanaan program tersebut, sebab program Kajian Kitab Turats dan Tahfidz ini sengaja diproyeksikan oleh para pimpinan IAIN Pekalongan untuk menghidupkan budaya pesantren di PTKIN dan sekaligus mempersiapkan keinginan para pihak untuk mendirikan Ma’had al-Jami’ah yang sudah direncanakan sejak lama di IAIN Pekalongan.