Pengumuman kelulusan UM-PTKIN 2017 bisa dilihat di INFORMASI PMB
Brosur PMB IAIN Pekalongan Tahun Akademik 2017/2018 bisa diunduh di menu INFORMASI PMB
Hati-hati terhadap modus penipuan melalui sms/telp tentang pelatihan/apa saja yg mengatasnamakan pimpinan IAIN Pekalongan, konfirmasikan terlebih dulu ke (0285) 412575

IAIN Pekalongan

Kelompok Kajian Kitab Turats IAIN Pekalongan Gelar Khataman

E-mail Print PDF

kajian kitab turats

Pekalongan - Sebagai wujud keseriusan IAIN Pekalongan dalam menggalakan gerakan “Kampus Mengaji” melalui kajian kitab turast yang secara resmi telah diluncurkan sejak September 2016. Kelompok kajian ini belum lama ini, tepatnya pada Jum’at lalu (2/6/2017) IAIN Pekalongan menggelar acara “Khataman Ngaji” ala Pesantren yang diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta kajian tersebut. Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor I, Direktur Pascasarjana, Seluruh dosen pengajar studi turats, pembimbing tahfidzul Qur’an, dan Kordinator Prohram Matrikulasi Baca Tulis Al-Quran. Acara tersebut berlangsung dengan khidmat, dimulai dengan tadarrus Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan do’a bersama sebagai wujud syukur kepada Allah Swt. Kegiatan semacam ini rencananya akan selalu diselenggarakan tiap tahunnya sebagai upaya untuk membangun kultur kepesantrenan di lingkungan sivitas akademika IAIN Pekalongan.

Sejak awal tahun ajaran baru 2016-2017 setidaknya ada 8 (delapan) kitab Turats yang sudah dikaji dari berbagai bidang keilmuan, yakni: Fathul Qorib (Fikih), Amtsilah al-Tashrifiyah (Sharaf), ‘Imrithi (Nahwu), al-Bayan al-Mufid (Akidah), Syarah Quwaisini (Mantiq), Abi Jamrah (Hadits), Kifayah al-Atqiya’ (Tasawuf), dan Tafsir Ayat al-Ahkam (Tafsir). Selain kajian kitab-kitab tersebut, IAIN Pekalongan juga menggelar “Ngaji Qur’an” sebagai penguatan kemampuan mahasiswa di bidang Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan Halaqah Tahfidz khusus bagi para Huffadz yang sedang menyelesaikan studinya di IAIN Pekalongan.

Dalam sambutannya, Dr. H. Muhlisin, M.Ag (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga) sangat merespon kegiatan tersebut dan secara khusus akan mengawal jalannya gerakan Kampus Mengaji di IAIN Pekalongan. Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen lembaga untuk menciptakan lulusan yang berkualitas dan memiliki daya beda (distingsi) sehingga dapat bersaing dengan lulusan kampus-kampus lain.

“Kegiatan semacam ini harus berjalan dan terus dikembangkan, karena kedepan, selain Ijazah, lulusan S1 juga harus mengantongi SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) yang mana berisi keterangan tentang kemampuan apa saja yang sudah dimiliki mahasiswa selain mengikuti perkuliahan yang diamanatkan oleh kurikulum. Dengan mengkaji Kitab Turats, maka mahasiswa akan terbantu untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca karya-karya para Ulama’ yang berbahasa Arab atau lebih dikenal dengan Kitab Kuning, dan hal itu bisa dijadikan salah satu indikator SKPI”. Tegas Dr. Muhlisin.

Dalam tahun-tahun mendatang wacananya kajian Kitab Turats ini akan menjadi syarat bebas teori bagi mahasiswa yang hendak mengikuti ujian Skripsi. Paling tidak mahasiswa pernah menyelesaikan satu atau dua kitab Turats yang dikaji.Hal ini tentunya membutuhkan persiapan yang sangat matang, oleh karena itu para pengelola tidak mau gegabah dalam membuat kebijakan terkait hal itu.

Saat ini program Kampus Mengaji di lingkungan IAIN Pekalongan masih terus dikaji secara mendalam, hal ini dilakukan untuk menemukan pola pengembangan program yang efektif dan sesuai dengan kultur sivitas akademika IAIN Pekalongan. Sebab bagaimanapun kajian Kitab Turats adalah budaya Pesantren, tentunya bukan hal yang mudah menerapkannya di lingkungan formal seperti IAIN Pekalongan. Untuk itu perlu upaya yang serius dan dukungan dari berbagai pihak agar kegiatan semacam ini dapat terus berjalan dan menjadi bagian dari kultur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.