IAIN Pekalongan telah merilis SIKADU versi Android, aplikasi bisa diunduh di Google Play
hasil SKD dan pelaksanaan SKB pengadaan CPNS IAIN Pekalongan, silahkan cek PENGUMUMAN
Hati-hati terhadap modus penipuan melalui sms/telp tentang pelatihan/apa saja yg mengatasnamakan pimpinan IAIN Pekalongan, konfirmasikan terlebih dulu ke (0285) 412575

IAIN Pekalongan

HMJ Perbankan Syariah IAIN Pekalongan Adakan Seminar Nasional

E-mail Print PDF

seminar hms ps 2017

Pekalongan – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Potensi Finansial Teknologi dalam Meningkatkan Peran Lembaga Keuangan Syariah” di Hotel Pessona Pekalongan, Sabtu (25/11) kemarin. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan dari dalam maupun dari luar kampus IAIN Pekalongan.

Ketua Pelaksana Kegiatan Alfi Rosyada menjelaskan bahwa tujuan di selenggarakannya acaratersebut untuk memberikan wawasan mengenai finansial teknologi dalam keuangan syariah, menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing dalam meningkatkan keuangan syariah melalui finansial teknologi, serta menyadarkan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam mengenalkan lembaga keuangan syariah.

Financial Technology (FinTech) adalah salah satu bentuk penerapan teknologi informasi di bidang keuangan. Kata FinTech sendiri berasal dari kata financial dan teknology yang mengacu pada inovasi fnansial dengan sentuhan teknologi modern. Konsep FinTech yang mengadaptasi perkembangan teknologi yang dipadukan dengan bidang finansial diharapkan bisa menghadirkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis, aman serta modern,” Jelas Alfi.

Seminar nasional tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua Jurusan Perbankan Syariah IAIN Pekalogan Tamamudin, S.E. MM., beliau mengatakan bahwa Trend digitalisasi ekonomi ketika sebuah produk tidak dibarengi dengan teknologi yang ada maka akan kalah dan ketinggalan. Hal tersebut kata Tamamudin merupakan tantangan tersendiri bagi masyarakat ekonomi.

kita akan kalah, kita akan ketinggalan, makanya hal ini merupakan sebuah tantangan bagi universitas, bagi jurusan, khususnya fakultas ekonomi dan bisnis islam artinya bukan hanya perbankan saja tetapi juga ekonomi secara keseluruhan,” kata Bapak Tamamudin dalam sambutannya.

Kegiatan seminar sehari ini juga mendatangkan narasumber dari praktisi lembaga keuanganyakni Dr. Ahmad Subagyo, SE. MM., selaku KetuaIndonesian Micro Finance Expert Association (IMFEA) Pusat dengan didampingi Ibu Rinda Asytuti M. Si dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pekalongan dan dimoderatori oleh Ibu Luthfiati Hasina M. Si, selaku Dosen IAIN Pekalongan.

Selain itu Ketua IMFEA Korda Pekalongan, Moch. Isro’i Emqa, S.Ag., M.M pun turut hadir dalam acara tersebut dan beliau menyampaikan bahwa mahasiswa saat ini yang juga sebagai generasi millenial harus mengupdate diri dan wawasannya untuk menjadi bagian dari ekonomi yang berkemajuan teknologi.

IMFEA dibentuk untuk mewadahi secara formal stakeholder agar bersatu padu dalam menggerakkan keuangan mikro di Indonesia. Diharapkan dalam perkumpulan para “ahli” ini sebagai bentuk kontribusi nyata atas berbagai permasalahan kesenjangan, ketimpangan, kemiskinan dan ketidakasilan akses keuangan bagi seluruh warga negara Indonesia,” harap Bapak Isro’I Emqa tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Rinda Asytuti selaku pemateri pertama dalam seminar tersebut. Ia menyatakan bahwa pemanfaatan kemajuan teknologi memang sangat penting, namun yang tak kalah penting adalah upaya menggerakkan roda perekonomian masyarakat sehingga kehadiran lembaga keuangan benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat.

 “besarnya bank dan sebagainya kalau ekonomi sekitarnya tidak jalan tetap banknya sepi. kita tidak hanya sebagai sumber daya yang bekerja saja, berorientasi  pada pekerjaan hanya sebagai pegawai namun juga harus punya enterpreunership yang mampu menggerakkan perekonomian di sekitarnya. karena IAIN adalah lembaga institusi yang mengedepankan enterpreneurial university,”kata Ibu Rinda.

Bapak Subagyo sebagai pemateri kedua juga menyampaikan bahwa industry jasa keuangan saat ini dihadapkan dengan berbagai tantangan. Baik dari inklusi keuangan rendah, distribusi layanan keuangan yang belum merata ke 17.000 pulau di Indonesia. Selain itu layanan keuangan di Indonesia juga belum fleksibel.

Tantangan Industri Jasa Keuangan yang sekarang terjadi saat ini yaitu karena Inklusi keuangan yang rendah, distribusi layanan keuangan belum merata (17.000 pulau), literasi keuangan rendah dan layanan keuangan yang belum fleksibel,” jelasnya.

Selain itu ia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa yang hadir dalam seminar tersebut agar mereka tidak takut kehilangan pekerjaan di masa depan. Yang terpenting harus mempunyai kemauan di dukung peningkatan akhlak yang mulia.

 “jangan takut kehilangan pekerjaan di masa depan. Yakin bahwa setiap manusia pasti akan diberi pekerjaan asalkan ada kemauan.Akhlak juga menjadi dasar diterimannya seseorang di suatu pekerjaan termasuk Fintech. Setiap orang pasti memiliki kontribusi,” pesan Bapak Subagyo kepada mahasiswa,

Moderator tunggal Ibu Luthfiati Hasina, M. Si. Membuat acara seminar ini dengan sistem panel, pada sesi pertama narasumber dari MES Pekalongan yang diisi dengan materi tentang Tantangan Lembaga Keuangan Syariah dalam perkembangan FinTech, dan pada sesi kedua diisi materi tentang Potensi Finansial Teknologi dalam Meningkatkan Peran Lembaga Keuangan Syariahdari praktisi lembaga keuangan, para peserta diberi kesempatan untuk bertanya sekaligus tips-tips agar mampu memahami konsep FinTech di lembaga keuangan syariah.

Dalam kegiatan tersebut juga menggandeng beberapa pihak seperti IMFEA, Fossei dan BMT Bahtera Pekalongan.